Fakhruddin dan Aco Disiapkan ke Kejurnas

KALTIM POST – Setelah dinobatkan sebagai the best body building dalam kejuaraan binaraga pemula terbuka bertajuk Balikpapan Body Building 2009 garapan Pengcab PABBSI dan KONI Balikpapan yang berlangsung di Lantai II Balikpapan Trade Center, Minggu (31/5) lalu, Fakhruddin yang juga juara di kelas 60 kg mempersiapkan diri tampil di kejurnas binaraga di Jakarta dan Indonesia Open di Surabaya, pertengahan Oktober mendatang.

Selain Fakhruddin juga Chardinsyah Aco yang juga juara di kelas 55 kg akan dipersiapkan Pengcab PABBSI Balikpapan mengikuti kejurnas bergengsi tersebut, karena diikuti binaraga junior terbaik se-Indonesia.

“Fakhruddin akan turun di kelas 60 kg, sedangkan Aco turun di kelas 55 kg junior, pengiriman ini, untuk menambah jam terbang pada kedua atlet tersebut, karena mereka minim terjun di level nasional,” terang Tawil, pelatih Fakhruddin dan Aco, kemarin.

Ditanya mengenai tanggal dilaksanakannya turnamen, Tawil belum bisa memastikan, karena belum ada undangan resmi dari panitia penyelenggara. “Yang penting kami mempersiapkan atlet dengan maksimal, agar bisa bersaing dengan para binaragawan dari daerah lain,” tambah Tawil.

Ditanya mengenai fasilitas yang tersedia, Tawil mengaku cukup puas, ditambah dengan dukungan dari KONI Balikpapan, dirinya optimistis Fakhruddin dan Aco bisa tammpil maksimal di kejuaraan tersebut.

Sementara itu di tempat terpisah Ketua Pengcab PABBSI Balikpapan Bonny Setiadji menjelaskan, selain Fakhruddin juga menyiapkan Heri yang juara di kelas 65 berlaga di dua event nasional tersebut. “Kalau tanggalnya memang belum ada kepastian. Tapi, Juli di Jakarta sedangkan Oktober diputar di Surabaya dari penjelasan Ronald (juri PB PABBSI, Red.),” jelas Bonny.

Apakah Balikpapan khususnya dan Kaltim umumnya hanya menyiapkan 3 atlet di event besar tersebut? “Ini untuk sementara, tapi atlet lainnya akan kita seleksi juga untuk persiapan. Jika memungkinkan, PABBSI Balikpapan mengikuti semua kelas (7 kelas),” kata Bonny sambil menambahkan cabang angkat besi dan binaraga bisa masuk sekolah. (*/nan/is)

Eko Yuli Pamit ke KONI

Bersiap Tampil di Kejuaraan Dunia Angkat Besi Rumania

KALTIM POST
– Atlet angkat besi Kaltim asal Lampung, Eko Yuli Irawan, terus mengasah kemampuan. Peraih medali emas pada PON XVII/2008 lalu tersebut menurut rencana berangkat pada 12 Juni pekan depan ke Rumania untuk tampil di Kejuaraan Junior Angkat Besi yang berlangsung 14-21 Juni.

Kemarin (7/6) pagi, Eko Yuli terlihat di KONI Kaltim bersama dua rekannya, Triyatno dan Eddy serta pelatihnya Lukman, untuk menemui H Harbiansyah Hanafiah selaku Ketua Umum KONI Kaltim. “Kami datang untuk pamitan ke ketua umum karena Eko, Triyatno dan Eddy adalah atlet Kaltim,” kata Lukman.

Lukman menjelaskan, dukungan moril dari KONI Kaltim sangat dibutuhkan sebelum berlaga di Rumania. Sebab persaingan di kejuaraan tersebut sangat ketat.

Eko akan berlaga di negara yang disebut asal mula Dracula tersebut di kelas 62 Kg. Sebelumnya Eko selalu bertanding di kelas 56 Kg, termasuk saat meraih medali perunggu di Olimpiade di Beijing 2008 lalu. Namun Lukman yakin, dengan bagusnya performa Eko selama mengikuti Program Atlet Andalan (PAL), atletnya mampu tampil bagus di kelas baru tersebut.

Lukman juga mengatakan, sebelumnya Triyatno meraih hasil bagus pada kejuaraan yang berlangsung di Kazakhstan beberapa waktu lalu, dimana Triyatno meraih 3 medali emas.

Ditanyakan soal target, Lukman mengatakan kalau Eko hanya diproyeksikan menambah berat angkatannya saja. Tahun lalu Eko mampu meraih total angkatan 305 Kg cleen and jerk dan di Rumania Eko diharapkan mampu mengangkat total 310 Kg.

Harbiansyah sendiri mengaku cukup bangga dengan prestasi Eko Yuli, Triyatno dan Eddy selama ini. Ia berharap prestasi yang sudah diraih selama ini bisa terus ditingkatkan. “Nanti saya akan bicarakan soal atlet dengan prestasi dunia seperti kalian ke gubernur. Pak Awang Faroek Ishak memberikan apresiasi kepada atlet Kaltim yang berprestasi,” sebut Harbian. (alv)

Fakhrudin Tentukan Balikpapan

KALTIM POST – Tuan rumah Balikpapan mendominasi Kejuaraan Binaraga Terbuka bertajuk Balikpapan Body Building Open 2009 garapan Pengcab PABBSI Balikpapan didukung penuh KONI Balikpapan yang berlangsung di Lantai II Balikpapan Trade Center (BTC), Minggu (31/5) sehari penuh kemarin.

Kontingen Balikpapan berada di atas karena Fakhrudin yang turun di kelas 60 kg, ketika diadu dengan para juara di 7 kelas yang dipertandingan, akhirnya dewan juri terdiri dari Ronald (Jakarta), Ubay (Jateng) dan Benny Cipta (Jabar) menetapkan Fakhrudin sebagai The Best Body Building.

Dengan demikian Balikpapan mengumpulkan 4 juara, dan tiga juara sebelumnya diperoleh Aco di kelas 55 kg, Fakhrudin kelas 60 kg, Heri kelas 65 kg, dan penentu Balikpapan teratas dipersembahkan Fakhrudin di laga pemuncak perebutan The Best Body Building.

Sedangkan posisi kedua jadi milik kontingen Kutai Timur, yang mengumpulkan 3 juara. Yakni di kelas 70 kg direbut Darman, kelas 75 kg juaranya Kris, dan Daniel keluar sebagai juara di kelas 75+ kg. Sementara itu kontingen Kalsel berada di posisi ketiga, karena juara di kelas senior atas nama Bambang.

“Alhamdulillah, penyelenggaraan kali ini berjalan lancar dan sukses. Lain waktu, kami berusaha menggelar event yang sama lebih besar lagi. Apalagi, minat peserta maupun penonton cukup banyak,” ujar Ketua Umum Pengcab PABBSI Balikpapan bersama Sekretaris Umum KONI Balikpapan Rendra Rachman, kemarin. (is)

Binaraga Junior Se-Kaltim Siap Tampil

KALTIM POST – Kejuaraan Balikpapan Body Building Open 2009 selain diikuti seluruh pengcab di Kaltim, pihak panitia juga mendapat informasi kalau atlet-atlet junior binaraga dari Kalsel siap tampil di Balikpapan Trade Center (BTC), Minggu (31/5) nanti.

“Kejuaraan binaraga ini adalah tingkat pemula, dan atlet yang berlaga adalah non-PON. Kalau untuk atlet lokal, hampir semua pengcab di Kaltim akan mengirimkan atletnya. Yakni, dari Kukar, Samarinda, PPU, Kutim, Bontang, dan lokal Balikpapan ada 8 klub diperkirakan 30 atlet,” ujar Bonny Setiadji, ketua umum Pengcab PABBSI Balikpapan sekaligus sebagai penggagas kejuaraan ini.

Bonny juga mengutarakan, bahwa kesiapan panitia sudah maksimal. Selain itu, untuk menentukan penilaian secara fair play, terang Bonny, tim juri dan wasit didatangkan dari luar daerah. “Mereka yang bertugas untuk penilaian kami datangkan khusus sebanyak 3 orang,” katanya.

Tim juri dan wasit luar daerah yang bertugas nanti adalah Ronald (DKI), Ubay (Jateng), dan Benny Cipta (Jabar). Ada 8 kelas yang dipertandingkan, yakni 50 kg, 55 kg, 60 kg, 65 kg, 70 kg, 75 kg, 80 kg, dan +85 kg.

Pihak panitia masih membuka pendaftaran di klub Dimensi (0542878282), Wardi (081347246699), Studio 21 dengan Arif (081350088099), Blue Sky (0542563983), Dynasti (081347201147), dan Pani (0811547132). “Technical meeting kita laksanakan di GOR Hevindo Jl MT Haryono Ringroad pada 30 Mei pukul 15.00 Wita sekaligus penimbangan badan,” tambah Bonny. (*/nan)

Heru Mundur sebagai Ketua PABBSI

KALTIM POST – Ketua Bidang Organisasi KONI Balikpapan Wuisang menegaskan, bahwa induk organisasi yang membawahi seluruh pengurus cabang (pengcab) di Kota Beriman ini masih mengakui kepengurusan Pengcab PABBSI lama yang diketuai Bonny Setiadji. Hal itu diutarakan Wuisang, terbentuknya pengcab PABBSI (angkat berat, angkat besi dan binaraga) Balikpapan yang baru hasil musyawarah cabang (Muscab) pada 1 Maret di Hotel Pacific tidak sah.

Apalagi, kata Wuisang, bahwa hasil muscab tersebut menetapkan Heru Bambang SE MM selaku ketua umum telah mengundurkan diri, sesuai surat yang diterima KONI Balikpapan tertanggal 20 April 2009 dengan tembusan Ketua KONI Provinsi Kaltim, dan Ketua KONI Kota Balikpapan. “KONI Balikpapan masih mengakui pengurus lama, apalagi hasil muscab yang menetapkan ketua pilihannya juga sudah mengundurkan diri,” kata Wuisang.

Sementara itu di tempat terpisah Heru Bambang mengakui, telah melayangkan surat pengunduran dirinya menjadi ketua Pengcab PABBSI Kota Balikpapan masa bakti 2009-2014 hasil muscab. Heru memang tidak bersedia memimpin, selain banyaknya pekerjaan internal juga dirinya sudah mengetuai dua pengcab, yakni balap sepeda (ISSI) dan bola voli (PBVSI).

“Saya mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang telah diberikan, namun mengingat masih banyaknya masalah internal yang belum terselesaikan di dalam tubuh PABBSI Kota Balikpapan, dengan menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya, saya mengundurkan diri sebagai ketua hasil muscab,” kata Heru.

Sebelumnya dalam beberapa kali pemberitaan, Yuliato sebagai wakil ketua hasil muscab pengcab PABBSI Balikpapan yang baru mengatakan, bahwa muscab pengcab PABBSI Balikpapan dilakukan karena 13 klub mosi tidak percaya pada ketua Bonny Setiadji.

Selain itu, berdasar Surat Keputusan (SK) dari Pengprov PABBSI Kaltim tertuang bahwa kepengurusan Bonny Setiadji selaku ketua PABBSI Balikpapan sudah masuk tempo untuk digelarnya Muscab tertanggal 9 Maret 2009. “Digelarnya muscab sesuai SK yang kami dapat dari Pengprov PABBSI Kaltim,” kata Yuliato. (*/is)

Lifter Balikpapan Triyatno Raih 3 Emas di Kazakhstan

Wawali dan KONI Sambut Hangat

KALTIM POST – Lifter Balikpapan, Triyatno membuat kejutan dalam Kejuaraan Dunia Angkat Besi Asia Senior yang berlangsung di Taloykorgan, Kazakhstan, 9-16 Mei 2009. Tidak tanggung-tanggung, Triyatno memborong 3 emas dari kelas 69 kg.

Tri–sapaan akrabnya adalah satu-satunya dari 10 atlet Indonesia yang memborong medali emas, sedangkan medali perak dipersembahkan lifter asal Lampung, Gustar. Di hadapan atlet angkat besi dunia tersebut, Tri meraih 3 emas melalui angkatan snatch 145 kg, angkatan clean & jerk 180 kg dengan total angkatan 325 kg.

Karena itu, dalam penyambutan Triyatno bersama pelatih Lukman di Rumah Makan Tip Top kawasan Monpera Jl Jend Sudirman, Jumat (22/5) kemarin, Wawali Balikpapan Rizal Effendi yang juga Ketua Harian KONI Balikpapan, juga Sekum KONI Balikpapan Rendra Rachman, Ketua Pengcab PABBSI Balikpapan Bonny Setiadji dan pengurus lainnya mengaku bangga atas prestasi dunia yang ditunjukkan Tri tersebut.

“Luar biasa prestasi yang dibuat Tri. Dia mengharumkan nama negara sekaligus nama Balikpapan khususnya dan Kaltim umumnya. Atas nama pemerintah daerah, yakni KONI Balikpapan selalu memberikan penghargaan berupa bonus pada September mendatang. Semua atlet Balikpapan, entah berprestasi di tingkat daerah, nasional maupun internasional selalu kita perhatikan,” ujar Rizal Effendi.

Lifter Tri masuk Program Atlet Andalan (PAL) Kementerian Negara Pemuda dan Olahraga (Kemenegpora) tampil tanpa beban karena kejuaraan ini hanya ajang pemanasan dari kejuaraan SEA Games 2009 di Laos.

Menurut Lukman, bahwa dalam kejuaraan dunia di Kazakhstan itu, nomor angkatan Tri mencapai 145 kg sekaligus memecahkan rekor nasional sebelumnya, yakni 142,5 kg. Padahal dalam latihan selama ini, angkatan Tri hanya 315 kg. “Ini hasil yang menggembirakan,” ujar Lukman sambil menerangkan sebenarnya keberangkatan Tri ke Kazakhstan bersama pula dengan lifter Kota Minyak lainnya, yakni Eddy Kurniawan. Tapi, karena Eddy cedera pergelangan tangan, maka dia batal diberangkatkan. (*/nan)

Dari Kejuaraan Golden Season Cup II

Tak Perlu Atlet Mutasi
Perhelatan Kejuaraan Binaraga Golden Season Cup II, di Samarinda pada Minggu (8/3) lalu, benar-benar jadi ajang “unjuk otot” atlet-atlet di daerah. Buktinya dari hasil kejuaraan tersebut, Pengprov Persatuan Angkat Besi/Berat/Binaraga Seluruh Indonesia (PABBSI) Kaltim, tak perlu lagi melakukan pembelian atlet untuk memperkuat Kaltim di ajang nasional seperti PON.

Hal tersebut dilontarkan Wakil Sekretaris PABBSI Kaltim, Hendra Radinald Ary yang juga ketua panitia kejuaraan kepada harian ini kemarin siang. Menurut Hendra, potensi atlet binaraga Kaltim terlihat nyata di kejuaraan tersebut.

“Untuk mencari atlet lapis kedua atau ketiga, saya pikir kita tak sulit lagi sekarang. Ternyata pembinaan atlet binaraga di daerah saat ini berjalan cukup bagus,” kata Hendra.

Hendra juga melihat perkembangan binaraga di Benua Etam berprospek cerah untuk beberapa tahun ke depan.

“Asalkan pembinaan terus berjalan, saya yakin Kaltim akan melahirkan atlet binaraga andal nantinya,” ujarnya.

Kutai Kartanegara (Kukar) disebutkan Hendra sebagai daerah yang paling menonjol perkembangan binaraganya.

“Kualitas atlet mereka bagus. Meski Samarinda juara umum pada kejuaraan lalu, tapi Kukar terbukti lebih baik karena daerah itu paling banyak memunculkan atlet potensial,” imbuhnya.

Kejuaraan Golden Season II yang berlangsung sehari penuh tersebut, menurut Hendra merupakan kerja PABBSI Kaltim mencari atlet anyar. Dan jika acuannya adalah keberhasilan, jelas sukses besar karena selain menemukan atlet anyar dari beberapa daerah, antusias penonton pun sangat bagus.

Diharapkan Hendra, program tetap dari PABBSI Kaltim dengan menggelar kejuaraan binaraga Golden Season Cup setiap tahun bisa membuat binaragawan di Kaltim terpacu untuk meningkatkan kemampuan dan potensi. “Sekarang atlet tak perlu lagi ragu kemana arah pembinaan mereka, karena PABBSI Kaltim lewat ketua umum Herry Susanto menyiapkan tempat untuk mereka tampil di event tingkat daerah,” paparnya. (upi)(SAMARINDA POS)

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 2.298 pengikut lainnya.