Kejurnas Bulutangkis Usia Belia Dimulai

Liputan6.com, Jakarta: Menteri Negara Pemuda dan Olahraga Adhyaksa Dault membuka Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Bulutangkis untuk Usia Dini (Tetra Pak Open 2009) di Gelanggang Olahraga PBSI Senayan, Jakarta, Ahad (31/5). Turut hadir di acara tersebut, peraih medali emas bulutangkis Olimpiade 1996, Ricky Soebagja sekaligus sebagai duta kampanye minum susu.

Ricky menilai, jumlah peminat olahraga bulutangkis di Tanah Air boleh dibilang banyak, namun dari segi kualitas masih kurang. Menurut analisanya, hal tersebut karena kurang pembinaan sejak usia dini. Selain itu, ia juga memandang masih adanya masalah klasik sebagai faktor penghambat, yakni kurangnya fasilitas olahraga dan sumber daya manusia. Dengan demikian, menurut dia, pembinaan atlet di luar Jawa belum maksimal.

Ia mengimbau pemerintah selalu mengadakan pemusatan latihan daerah secara terus-menerus. Langkah ini penting dilakukan demi menciptakan bibit-bibit unggul pebulutangkis Tanah Air.

Adapun kejuaraan tersebut akan berlangsung 31 Mei hingga 6 Juni mendatang. Kejurnas ini dibagi dua kelompok berdasarkan usia. Kelompok usia dini di bawah 12 tahun dan pemula usia di bawah 14 tahun. Setiap kelompok memperebutkan juara tunggal putra dan putri serta juara ganda putra dan putri.

Kejurnas yang terselenggara lewat kerja sama PBSI dan Petra Pak Indonesia ini mengikutsertakan para peserta dari 17 provinsi di Indonesia. Belasan provinsi itu antara lain Kalimantan Barat, Jambi, Kepulauan Riau, Sulawesi Tenggara, Yogyakarta, dan Jawa Barat. Serta, Sumatra Barat, Sulawesi Selatan, Jawa Tengah, Bali, Banten, Jakarta, Sumatra Selatan, Jawa Timur, Bengkulu dan Sumatra Utara.(ANS/ANTARA)

Bersama-sama Jauh Lebih Ringan

Catatan Oleh Sofyan Masykur

KALTIM POST – Pengprov  PBSI Kaltim  yang baru masa bakti 2009-2013, akan dilantik oleh Ketua Umum PB PBSI Djoko Santoso, hari ini  di aula Kodam VI/TPR Balikpapan. Pelantikan ini agak molor sekitar lima bulan.  Pengprov PBSI periode 2009-2013 ini merupakan hasil Musda PBSI Kaltim akhir Desember 2008 lalu, di Balikpapan, dan memilih kembali Iriansyah Busra sebagai Ketua Umum.

DIJADWALKAN,  Djoko Santoso yang juga Panglima ABRI, bersama Gubernur Awang Faroek  hadir. Awang sekaligus akan mencanangkan  acara ini sebagai  momen penting untuk mewujudkan ide mendorong sebanyak mungkin kalangan pengusaha di daerah ini terlibat  sebagai bapak angkat dalam membina olahraga, termasuk bulutangkis.

Keterbatasan dana pemerintah  menjadi alasan utama perlunya mendorong sebanyak mungkin elemen masyarakat untuk ikut peduli membina olahraga dalam wadah bapak angkat atau bapak asuh itu.

Krisis ekonomi global disebut-sebut sebagai faktor kesulitan utama dalam  mendorong partisipasi dunia usaha itu. Namun, langkah ide bapak angkat ini layak dicoba dan dilaksanakan. Sebab, krisis global, tidak sertamerta dunia usaha dan partisipasi elemen masyarakat lalu menjadi terhenti. Di sini, langkah inisiatif dan kreatif menjadi penting dan strategis.

Hal  ini,  menjadi penting lagi,  jika melihat menculnya keinginan kuat petinggi daerah agar pencapaian prestasi atlet PON XVII/2008 lalu, mau dipertahankan lagi pada PON XVIII/di Pekanbaru Riau empat tahun mendatang.  Dalam konteks ini, prinsip partisipasi bersama-sama jauh lebih ringan. Disebutkan,  bukan zamannya lagi  sumber dana membina olahraga itu hanya dibebankan kepada dana pemerintah, atau menjadi tugas pengurus olahraga semata atau hanya dipikul satu atau beberapa perusahaan semata.

Memang ada yang menggugat,  sumber pembiayaan itu semestinya menjadi tanggung jawab pengurus cabor masing-masing. Sebab, bukankah mereka sendiri siap menjadi pengurus dan tentu siap menanggung risikonya, termasuk  membiayai cabor.  Melihat realitas,  gugatan seperti tidak salah, namun juga tidak semunya benar.

Kita menaruh hormat,  atas  dedikasi dan pengabdian yang tinggi segenap insan olahraga atau pengprov  dalam  menggerakan cabor masing-masing, bahkan urunan dana bersama dan  sumbangan dana kantong sendiri. “Selama ini,  hanya  mereka  yang  gila olahraga saja yang mau  mengurus olahraga, itu dapat dilihat cabor yang dibina dan  eksistensi pengprov  yang tetap aktif bergiat,” ujar salah satu pengprov.

Apapun dalil yang mencuat ke permukaan, yang pasti ide mewujudkan bapak angkat dalam membina olaraga daerah patut didukung. Kita berharap bukan hanya 1 atau 10 perusahaan saja yang mau dan peduli, tapi ratusan, bahkan lebih. Kita juga berharap, partisipasi dan kepedulian itu, bukan hanya  sesaat, tapi berdimensi jangka panjang, jika perlu mengikat bersama.

Kita berharap ada pengaturan  dalam mencari model-model yang  pas untuk mendorong lahirnya bapak angkat untuk peduli olahraga itu, bahkan peduli terhadap masalah masyarakat,   dan kepentingan daerah dan bangsa yang lebih luas. Dengan ketulusan dan keikhlasan, serta kebersamaan,  semoga akan lahir bibit dan  atlet berprestasi dari daerah ini. Memang ide bapak angkat atau bapak asuh memang bukan hal baru, tapi jika memang bagus, mengapa tidak diteruskan lagi dengan hasil yang jauh lebih baik?.

Ide Bapak Angkat Bina Cabor Bukan Sekadar Wacana-

Berharap PBSI yang Pertama

KALTIM POST. Pernyataan Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak mengenai upaya melibatkan perusahaan menjadi bapak angkat pembinaan atlet di daerah ini, tampaknya baru sekadar wacana. Rencana mengundang sejumlah perusahaan seperti diungkapkan Gubernur Awang Faroek, saat menghadiri pelantikan pengurus KONI Kaltim, beberapa bulan lalu di GOR Sempaja, Samarinda, hingga kini belum terwujud.

Pada kesempatan wawancara Kaltim Post, kemarin (18/5) pagi di kantornya, gubernur tak banyak komentar. “Soal bapak angkat atlet, itu nanti dulu,” katanya singkat, seraya beranjak pergi.

Tetapi pada siang harinya, dalam Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) di Gedung DPRD Kaltim, Jl Teuku Umar, Karang Paci, Samarinda, Gubernur Awang Faroek kembali mengulas rencana pemerintah daerah menggandeng perusahaan menjadi bapak angkat pembinaan atlet Kaltim. “Dalam waktu dekat, kami akan mengundang perusahaan-perusahaan yang ada di Kaltim untuk membicarakan masalah itu,” kata Faroek.

Ia berharap, paling lambat sampai akhir bulan ini pertemuan dengan perusahaan sudah terlaksana. “Nanti, tanggal 23 Mei ada pelantikan pengurus PBSI (Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia, Red.). Momen itu mungkin bisa dimanfaatkan, mudah-mudahan PBSI bisa dapat duluan,” jelasnya.

Asisten IV Sekprov Ibnu Nirwani menyatakan  ide bapak angkat membina olahraga di Kaltim bukan sekadar wacana. “Saya yakin itu akan terwujud, bukan sekadar wacana,” kata Ibnu yang juga Sekum PB PON XVII Kaltim lalu yang dikonfirmasi tadi malam.

Ibnu menegaskan ide bapak angkat membina cabor di daerah ini merupakan hal positif dan sangat pas. “Sebetulnya era gubernur Suwarna juga ada, tapi sifatnya parsial tidak komprehensif, bahkan sepertinya tidak mengikat. Nah, sekarang mau dibenahi, ditata, agar ada ikatan kuat dan berkesinambungan,” ucap Ibnu.

Bagaimana model yang pas sehingga ada ikatan kuat membina olahraga itu secara berkesinambungan, menurut Ibnu, perlu dibuat dalam pengaturan formal. “Mungkin ada surat keputusan gubernur dan bentuk lainnya. Yang pasti membina olahraga tanggung jawab semua pihak,” kata Ibnu memberikan pandangan. (kri/as)

PBSI Kirim 13 Pebulutangkis, Ke Sirkuit Nasional di Jakarta dan Bandung

POS METRO BALIKPAPAN. Pengcab Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Balikpapan mencoba menambah jam terbang para atletnya juniornya. Minggu (17/5) kemarin sebanyak 13 atlet bulutangkis binaan pengcab PBSI Balikpapan bertolak ke Jakarta untuk mengikuti Sirkuit Nasional (Sirnas) yang akan berlangsung di dua tempat yakni Jakarta dan Bandung.

“PBSI Balikpapan dengan kekuatan 13 atletnya akan mencoba untuk bersaing menghadapi atlet-atle bulutangkis dari berbagai daerah di Indonesia pada pelaksanaan even bulutangkis Sirkuit Nasional di Jakarta dan Bandung,” jelas Sugianto, Binpres PBSI Balikpapan. Menurut Sugianto yang juga merupakan manajer tim atlet bulutangkis Balikpapan tersebut, 13 atletnya ini memang terbilang memiliki jadwal yang padat.

Pasalnya mereka terlebih dahulu akan turun pada Sirnas di Jakarta yang akan berlangsung mulai 18-24 Mei. Setelah itu berlanjut ke Sirnas di Bandung pada 26-30 Mei mendatang. “Pada Sirnas kali ini meskipun lawan jauh lebih berat, demikian pula dengan jadwal yang ada, kami berharap atlet bulutangkis Balikpapan dapat berprestasi lebih baik lagi.

Setidaknya dengan turun di Sirnas ini dapat menambah pengalaman dan jam terbang mereka sebagai atlet masa depan Balikpapan,” terang Sugianto. Optmisme Balikpapan pada Sirnas kali ini memang cukup beralasan. Pasalnya tim yang ditangani pelatih H Tolli dan Agus Tri ini pernah membuat kejutan pada pelaksanaan Sirnas di Tarakan lalu.

pada Sirnas tersebut atlet Abdi Muin berhasil mengukuhkan diri sebagai yang terbaik. “Dari Sirnas di Tarakan tersebut, membuat peringkat Abdi Muin berada di peringkat 3 nasional. Semoga saja dia dapat berprestasi baik lagi kali ini,” tandas Sugianto. Selain nama Abdi Muin yang diharapkan mampu berprestasi lebih baik dari sebelumnya, nama pebulutangkis Erwin di kelompok Taruna diharapkan mampu pula bersaing dengan atlet daerah lainnya.

Adapun mereka yang dikirim mengikuti Sirnas yaitu Winda, Cita, Melyn, Feryyna (Tunggal Putri KU 15 Tahun), Arief Zulfahmi, M Jaiz, Abdi Muin, Fauhan (Tunggal Putra KU 15 Tahun), Lia Fatmawati, Sukma (Tunggal Putri KU 18 Tahun), Erwin, Wisnu R, M Ardi (Tunggal Putra KU 18 Tahun).(can)

PB PBSI Siap Gelar Indonesia Terbuka

Sumber : http://www.okezone.com

text TEXT SIZE :
Share

JAKARTA – PB PBSI siap menjadi tuan rumah Indonesia Terbuka Super Series, 16-21 Juni 2009. Mereka optimistis event prestisius itu akan tetap berjalan meski bertepatan dengan Pemilihan Umum (Pemilu). Baca lebih lanjut

PBSI Seleksi Dua Atlet Usia Dini

Sumber : http://www.radartarakan.co.id

TARAKAN – Upaya Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Tarakan dalam mencari atlet-atlet bulu tangkis terus dilakukan. Salah satu program dalam waktu dekat adalah penjaringan 2 atlet bulutangkis terbaik usia dini. Dua atlet itu kemudian akan disekolahkan. Baca lebih lanjut

Nova Ingin Ulangi Prestasi Christian/Imelda

Sumber : http://www.kompas.com

JAKARTA, RABU — Pemain ganda campuran Nova Widianto menyatakan harapannya mengakhiri paceklik gelar ganda campuran di turnamen “All England” yang sudah berlangsung selama 30 tahun. Baca lebih lanjut

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 2.298 pengikut lainnya.