Belum Ada Pengelola, Kolam Renang pun Tak Berfungsi

Melihat Bekas Venue PON Berstandar Internasional di Berau

KALTIM POST - Sebagai salah satu daerah penyelenggara Pekan Olahraga Nasional (PON) XVII Kaltim, Berau mendapatkan berbagai fasilitas yang dibangun dengan dana puluhan miliar melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) provinsi. Salah satunya adalah kolam renang Kakaban Aquatik. Bagaimana sekarang kolam renang tersebut setelah berakhirnya penyelenggaraan PON?

KOLAM renang Kakaban Aquatik dibangun begitu megah di atas lahan sekitar 4 hektare di Jl Gatot Subroto, Kecamatan Tanjung Redeb. Meskipun tampak terawat, sayang kolam yang diklaim sebagai salah satu dari tiga kolam renang terbaik di Indonesia itu tak juga kunjung difungsikan, padahal masyarakat Berau sangat berharap bisa merasakan berenang di kolam yang pernah dijajal atlet nasional.

Kakaban Aquatik memiliki tiga kolam renang, yaitu, kolam renang rekreasi, pemanasan dan utama. Kolam renang rekreasi bisa digunakan bagi anak-anak yang belum bisa berenang karena tempatnya yang dangkal: kurang lebih 50 centimeter (cm). Sedangkan kolam pemanasan dengan luas 15×50 meter (m) digunakan perenang sebelum meluncur ke kolam renang utama seluas 25×50 M.

Kakaban Aquatic karena mampu menampung 600 pengunjung sekaligus. Pada halaman depan kolam renang tampak terlihat luasnya lahan parkir, 6.781 meterpersegi (m2) dan sanggup menampung kurang lebih 100 kendaraan roda empat dan 250 kendaraan roda dua.

Sebenarnya, tak hanya menjadi tempat untuk berenang, kolam renang Kakaban Aquatik pun dapat dijadikan sebagai sarana rekreasi bagi masyarakat Berau. Selama ini masyarakat Berau hanya memanfaatkan kolam renang perumahan Berau Indah sebagai sarana rekreasi keluarga ketika akhir pekan.

Tak hanya sebagai sarana rekreasi, namun keberadaan kolam renang berstandar internasional tersebut bisa menjadikan Berau lumbungnya atlet renang di Kaltim atau bahkan di Indonesia. Minat masyarakat Berau terhadap olahraga renang sebenarnya cukup tinggi. Di kolam renang perumahan Berau Indah misalnya, ketika akhir pekan banyak masyarakat yang tak sekadar rekreasi, namun juga mengenalkan kepada anak-anaknya terhadap olahraga tersebut.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Berau Yudi Artangali mengatakan, pengoperasian kolam renang memang belum dilakukan. Target awal Januari terpaksa diundur, karena pemerintah daerah sedang mencari alternatif apakah pengelolaan kolam renang tersebut dilakukan oleh pemerintah daerah atau pihak swasta.

“Sebenarnya pemerintah daerah sudah mau memungsikan kembali kolam renang itu. Tapi sampai saat ini masih dipikirkan bagaimana pengelolaannya,” kata Yudi belum lama ini. (fir)

Perenang Indonesia Sabet Emas di Malaysia Open

KOMPAS.com — Perenang Sumatera Utara, Indra Gunawan, membuat kejutan pada Kejuaraan Renang Malaysia Open 2009 dengan menyabet tiga medali emas pada nomor 50 meter, 100 meter, dan 200 meter gaya dada.

Pengurus Pengprov PRSI Sumut, Rudi Rinaldi di Medan, Selasa, mengatakan, prestasi yang ditunjukkan Indra di negara jiran tersebut cukup membanggakan dan diharapkan dapat dipertahankan dan ditingkatkan.

Tiga medali emas yang diraih pada kejuaraan yang dipusatkan di Stadion Aquatik Seremban Malaysia, Jumat (22/5), di nomor 50 meter gaya dada itu, Indra mencatat waktu 28,40 detik dan sekaligus memecahkan rekor nasional.  Sementara, pada 100 meter gaya dada, Indra menorehkan waktu 104.09 detik dan 200 meter gaya dada 2 menit 22.38 detik.

“Dengan prestasi yang dicapai itu, Indra diharapkan pada Kejuaraan Renang Dunia yang akan digelar di Roma Juli 2009 bisa menyumbangkan yang terbaik bagi Indonesia,” kata Rinaldi yang juga mantan atlet nasional polo air itu.

Sebelumnya, Indra Gunawan menyabet tiga medali emas dan satu medali perak pada Kejuaraan Nasional Renang Kelompok Umur di Jakarta 6-9  Mei 2009.

Tiga medali emas tersebut diborong Indra dari 100 meter gaya dada dengan catatan waktu 1.03, 82 detik, 200 meter gaya dada (2,25 detik), dan 50 meter gaya dada (29,35 detik). Pada PON XVII/2008 di Kaltim,  Indra Gunawan meraih dua medali emas gaya dada 50 meter dan 100 meter.

Pada kejuaraan renang Malaysia Open 2008 (Mei), Indra Gunawan berhasil memecahkan rekor nasional 50 meter gaya dada dengan catatan waktu 29,16 detik. Sebelumnya, rekor tersebut dipegang perenang Jatim, Omar Suryaatmadja, dengan waktu 29,29 detik.

Pelajar Balikpapan Meraih Medali Emas Kejurnas Renang

Belajar Renang karena Dada Kanan Lebih Kecil dari Kiri

KALTIM POST. Ignasius Setyo Budi Utomo didampingi sang ibu, Sri Sumarlina, di Hotel Atlet Century, malam tadi.(LAUHIL MACHFUDZ/KP)

ignatius renangIgnasius Setyo Budi Utomo, masih sangat muda. Namun, di usianya yang baru 14 tahun, segudang prestasi di cabang olah raga renang sudah ditorehkan remaja Balikpapan ini. Bagaimana perjuangannya?
FELANANS MUSTARI, Jakarta
Pemuda yang akrab disapa Lambang ini terbilang berbeda dibanding remaja seusianya. Di saat pemuda seusianya lain asyik menikmati masa remaja, dia justru mengharumkan nama Kaltim sebagai atlet renang.
Siswa kelas 3 SMP Santo Mikail, Balikpapan ini merebut medali di kejuaraan nasional (kejurnas) kelompok umur 2 (KU-2) usia 14 -15 tahun. Emas disabet dari nomor 200 meter gaya dada, sedangkan perak dari 100 meter gaya dada.
Kejuaraan yang berlangsung sejak Jumat (8/5), berlangsung selama dua hari di kompleks Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta. Kejuaraan ini juga sebagai seleksi pembentukan tim Indonesia kelompok umur ASEAN.
Catatan waktu yang dibukukannya yakni 2 menit 33 detik. Sementara batas untuk tingkat ASEAN yakni 2 menit 30 detik. Artinya, anak bungsu dari empat bersaudara ini berhak berlaga di level Asia Tenggara.
Sebelumnya, pada 2006, Lambang juga sudah menyabet emas KU-4 (usia 10 -11 tahun) untuk 100 meter gaya dada. Kemudian 2007, delegasi Kaltim ini juga mendulang emas di nomor yang sama.
Prestasi gemilang, yakni saat kejurnas di Surabaya pada 2008. Anak dari pasangan Tonari Kusno Isnanto dan Sri Sumarlina ini berhasil memecahkan rekor nasional KU-3. Yakni pada nomor 100 meter gaya dada dengan catatan waktu 1 menit 12 detik. Rekor lainnya yakni nomor 200 meter gaya dada dengan catatan waktu 2 menit 33 detik.
Pemuda yang hobi bermain basket ini sejak 1,5 tahun ini berada di Semarang. Ceritanya, ketika dia menjuarai berbagai lomba di Balikpapan, seorang pelatih asal Semarang bernama Roy Sudarso tertarik dengan kemampuannya. Dia pun diajak ke Semarang dan kini mengikuti pusat pelatihan daerah di sana. Untuk sementara, Lambang menimba ilmu di SMP 11 Semarang.
Saat ditemui Kaltim Post di Hotel Atlet Century, Senayan, Jakarta, Lambang didampingi ibunya terlihat bahagia. “Sebelumnya, saya tidak menyangka bisa menyabet emas. Soalnya persiapan kurang, maklum habis mengikuti UN (ujian nasional, Red.),” ujar Lambang.
Kejurnas yang diikuti 16 provinsi ini dibagi dalam 2 seri. Lambang sebagai perenang dengan waktu tercepat berhak mendapat medali emas. Sedangkan medali perak diraih Jawa Timur dan perunggu direbut DKI Jakarta. “Besok (hari ini, Red.), saya kembali bertanding untuk nomor 50 meter gaya dada. Doakan supaya menang,” ungkapnya.
Ibu Lambang, Sumarlina bercerita, sejak bayi, anak bungsunya itu sudah dikenalkan dengan kolam renang. “Dulu Lambang memiliki kelainan, yakni dada sebelah kanannya lebih kecil dari dada sebelah kiri. Makanya, saya latih supaya berenang,” ujar wanita asal Malang ini.
Setelah berusia 4 tahun, Lambang mulai memperlihatkan bakatnya. Setelah itu, dia pun dimasukkan ke sebuah klub renang Pesut di Balikpapan. “Dulu tempat berlatihnya di kolam renang Hotel Benakutai,” ujarnya.
Sejak saat itulah, remaja yang tinggal di Jl. Wonosari RT 23 No 65, Gunung Sari Ilir, Balikpapan ini mulai fokus olah raga adu cepat di air tersebut. Bahkan, ketika masih berusia 6 tahun, dia sudah mengikuti lomba menyeberang Balikpapan – Penajam Paser Utara dan meraih juara 2.
Prestasi segudang itu dicapai bukan tanpa perjuangan. Sebagai atlet profesional, Lambang setiap hari harus menyantap porsi latihan yang cukup banyak. Pagi hari, selama 2 jam dia harus berlatih fisik. “Sore sampai malam, 2 jam latihan fisik dan 2 jam latihan di air,” tutur remaja yang memiliki tinggi badan 170 cm dan berat 60 kilogram ini.
Selain itu, untuk menjadi atlet, dana juga menjadi kendala. “Untuk vitamin dan protein saja sudah mencapai Rp 2 juta sebulan. Belum lagi untuk latihan dan lain-lain, bisa sampai Rp 4 juta sebulan,” tutur Sumarlina.
Selama ini, sambungnya, penyandang dana Lambang berasal dari seorang donatur yang berdomisili di Bontang. “Namanya James RK. Dia bekerja di LNG Badak,” tutur Sumarlina. Untuk itu, dirinya berharap agar pemerintah daerah setempat memberi perhatian lebih pada anaknya.
“Saya sudah mengajukan proposal ke KONI di daerah, semoga bisa diterima sehingga biaya anak saya ini menjadi lebih ringan. Bagaimanapun, dia ‘kan juga mengharumkan nama daerah,” tutupnya. (*)

Jabar Juara Umum Kejuaraan Renang Nasional

Kejuaraan Renang Nasional 2009 kembali mencetak rekor baru, namun pencapaian itu belum sesuai harapan PB PRSI karena minimnya pencapaian sejarah baru di cabang olahraga aquatik Indonesia.

Perenang Jawa Barat (Jabar) Triadi Fauzi memecahkan rekor nasional (rekornas) kelompok umur (KU) nomor 200 meter gaya bebas putra di hari terakhir kejurnas. Dia finis tercepat dengan waktu terbaik 01 menit 56.01 detik. Pencapaian itu lebih baik 01.38 detik dari torehan Armand Panji yang dicetak di Brunei Darussalam pada 1997.

“Saya optimistis karena telah melakukan pencapaian waktu itu sebelumnya, tapi hasil bagus ini tak lepas dari keinginan saya untuk tampil maksimal di nomor ini,” tegas Triadi, Sabtu (9/5/2009).

Sementara di tempat kedua, perenang Jabar terus mendominasi dalam mendulang medali. Perenang A Raymund menyusul Triadi dengan waktu terbaik 02: 01.30. Disusul perenang Jawa Tengah (Jateng) Andree Cipta dengan 02:02.15.

Kontingen renang Jabar kembali tak tersaingi setelah Brian Howard merebut emas di nomor 200 meter gaya bebas senior putra. Dia mencatat waktu terbaik 02 menit 00.12 detik. Disusul perenang DKI Jakarta 02:01.08 dan perenang Jateng Guntur Pratama 02:01.65. http://www.okezone.com

Tarakan Minta Kolam Renang

Ketua Umum Pengurus Cabang Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PRSI) Tarakan Herman Panganroy mengharapkan kepada Wali Kota Tarakan H Udin Hianggio, membangun  kolam renang yang representatif. Continue reading

Atlet Sumut Ikut Pelatnas Sea Games

Sumber : www. beritasore.com

Medan ( Berita ) : Lima atlet polo air Sumatra Utara (Sumut) terpilih mengikuti pelatnas yang akan dipersiapkan mewakli tim Indonesia ke SEA Games di Laos, Desember 2009. Continue reading

Radja Sudah Kembali

Sumber : http://www.kompas.com

rajanasutionJAKARTA, MINGGU – Suara keras pelatih renang Radja M. Nasution sudah terdengar lagi di kolam renang GBK Senayan. Kondisi mantan pelatih renang nasional ini sudah mulai pulih kembali. Continue reading

Renang-Indra Gunawan Dipersiapkan Tampil di Indonesia Open

MEDAN–MI: Peraih medali emas gaya dada 50 meter dan 100 meter di PON XVII/2008 Kaltim, Indra Gunawan akan dipersiapkan untuk mengikuti Kejuaraan Renang Indonesia Open yang digelar di Jakarta pada 6-8 November mendatang. Continue reading
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 2.298 pengikut lainnya.